Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Igh,,, nyesek banget duhai Rabbii...
Entah sampai kapan serasa tersakiti lagi.
Aku tau mungkin sudah seharusnya melepaskan serta melupakan apapun tentang sakit hati.
Di bina agar mengerti, bisa faham, bisa sadar, menjadi lebih dewasa.
Bukan alibi menjadi diri yang senantiasa egois sudah tentu tujuan dari tarbiyah diri.
Aku bukan wanita yang tidak bisa marah, bahkan menampar sekalipun bukan...
Bukan wanita yang lembut dalam tutur kata setiap sikap yang tidak ada ketegasan, bukan...
Aku wanita yang tempra mental mungkin, sebrono dalam segala sikap, terburu-buru tanpa prediksi sejak detail akibat bahkan tujuannya apa, mungkin...
Di didik dari keluarga yang keras adalah sikapku terbentuk, faktanya...
Siang ini lagi-lagi sebuah message masuk mengatakan yang tak ingin ku mendapatkan konfirmasi itu.
Bagaimana jika sudah terbeli sebuah bingkisan yang awalnya di fikir semua akan setuju.
Tapi... nihil Rabbii. Ada salah satu orang yang sengaja menyendiri kemudian baru memberitahunya dalam delay waktu tenggang :(
Rabbii..ingin rasanya menangis sejadi-jadinya jika sudah tersakiti seperti ini.
Rabbii..ingin rasanya menangis sejadi-jadinya jika sudah tersakiti seperti ini.
Aku paling sensi memang tanpa ada respon apalagi respon yang tidak tegas sikap bijak tuturnya.
Rasa sabar tidak bisa menjanjikan bahwa kita akan memiliki seseorang atau sesuatu pada akhirnya. Tidak bisa.
Tapi rasa sabar, bisa menjanjikan ketentraman di hati, apapun yang terjadi--termasuk jika kita gagal memiliki semuanya. Dan sungguh, itulah hakikat sabar.
Derap derap rasa tangis bercampur tangis mulai runtuh di sembari pipi sebelah kiri dan kanan.
Cengeng sangat aku ini memang Rabbii ☻
Mencoba untuk lapang dada :)
Mau seberapa menyakitkan sebuah kejadian, jika kita mempunyai hati selapang lautan, ditumpahkan racun paling mematikan se-kontainer sekalipun, tetap akan larut, tidak terasa.
Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
"Ishbir Sabraan Jamiila"
Kesabaran yang Baik
Pada ayat selanjutnya Allah memerintahkan “Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik”. (QS. Al-Ma`arij: 5) Petuah ini tidaklah mengada-ada karena kesabaran manusia yang yakin akan kekuasaan Tuhannya merupakan penangkal kebiasaan dan sifat-sifat buruk berkeluh kesah lagi amat kikir.
#trusted05September2015
#NatarIsSecondMyLife
.f..



Tidak ada komentar:
Posting Komentar