Bismillaahirrahmaanirrahiim ♥

Bismillaahirrahmaanirrahiim ♥


Kamis, 22 Oktober 2015

Aku Mencintaimu, Bahkan Sebelum Kutahu Wujudmu

   Bismillaahirrahmaanirrahiim


ROBBI hablli milladunka zaujatan thoyyibah aktubuhaa wa atazawwaju biha watakunu shoohibatan lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh. Telah kujatuhkan ribuan dedoa dalam penepian malam ini. Pada rindu yang mengalir di urat-urat nadi dan perih ketika hatiku tak sampai menyapa tuannya. Laksana kemarau yang selalu setia menunggu hujan dan laksana kayu yang tak sampai menyapa api.

Embun masih sejuk ketika pertama kali diciptakan dan langit masih biru, tergantung di atas lelangit nestapa. Berkali-kali sudah kudapati, bahwa rasa begitu tega menikamku. Memendam ini begitu sangat menyakitkan. Tanpamu, aku mampu tersenyum dalam kepedihan dan di sisi lain aku bias, membunuh rindu setiap kali dia tumbuh. Andai mendamba bukanlah dosa, pasti kurengut setiap kisah dengan bahagia.

#‎Part_19‬ Menuai RidhoNya



Bismillaah...



Sebelum melanjutkan ke part ini hmmm....sepertinya ada yang di review ulang.
‪#‎Part_4‬ dan ‪#‎Part_5‬ agaknya terlewat sebuah identitas yang selama ini siapa sebenarnya yang sedang diceritakan.
So....Tabayyun nggih ^_^
Izza this one person its story...
next time maybe can will back write its about she

Okay.... Mulai...

Sebenarnya sejak tercetus rasa yang belum halal itu Izza terlalu cuek akan sikap setiap seorang yang baru ia kenal. Terlalu mudah bagi orang lain menyaksikan hidup si wanita yang sholihah itu. Sehingganya membuat diri setiap yang melihat sosok yang kuat bahkan lebih kuat dibanding laki-laki. Bersikap ramah setiap ada mbak tingkat yang menjalin ukhuwah bersamanya, merajut doa robithah bersama dan melepaskan tawa secara tertunut lepas seakan tanpa beban. Beda kali ini rautnya yang kian kusam terbakar matahari membuat si kuat Izza mengeluh pada temannya Wita namanya. Selain mereka sering bertolabul ilmu bersama mereka awalnya kenal satu antar person lewat radio yang notabenenya tidak saling tahu. Dakwah itu iya dakwah itu cinta ternyata yang mempertemukan meraka hingga saat ini mereka jalin penuh kokohnya ikatan antar saudara seiman.

Teller Penasaran Beud :v

Bismillaah...

Siang di terik yang cukup memuncak suhu panasnya itu membuat mata perih akan sinarannya.
Detak jantung entah kenapa dari tadi tak karuan. Tiba saatnya ambil nomor antrian depan satpam bank ternama. "Siang bu,,,ada yang bisa di bantu ?" sapa Satpam itu dengan ramah. "Iya pak mau setoran tunai" Jawab Ifa. Sambil melihat suasana bank yang cukup sepi di ujung teller ada sembarut senyum. "Astaghfirullaah..." keluh Ifa sembari mengelus dada dan langsung tertunduk malu. "Ada apa ya bu ?"tanya sang Satpam ingin tahu. "O.o..tidak ada apa-apa kok pak cuma berisitighfar aja" jawab Ifa santai.
Setiap Wanita Shalihah adalah yang pintar menjaga rasa Malunya ☺

No antrian 71 pada Ifa saat itu.
Duduk di kursi antrian bank, sambil menelisik HPnya yang tetiba bergetar di kantung roknya.
"tuuut..nomor antrian 70 Teller 1 " suara di ruang bank memanggil antrian number. Nyatanya tidak ada yang pegang number antrian itu 70. Dag dig dugjantung ini makin kencang...terpencet kembali "tuuut..nomor antrian 71 Teller 1" bunyi kedua yang terdengar. Sigap badan ini di tegapkan menuju teler yang dari awal sudah TPTP ke Ifa.

"Siang bu ...mau transfer tunai, atas nama Ifa ?" Sambut Teller itu dengan senyum yang jarang di lemparkan ke Customer Bank lain :-p
"Iya" jawab Ifa sedikit cuek.
"Permentnya bu Ifa dicicipi " tawaran sang teller  untuk perment yang ada di topes tepat depannya sembari mengetik data di komputernya.
"Iya, terimakasih" Jawab Ifa sedikit meredam kesal karena senyum saja sejak belum sampai depan tellernya .

Sesaat setelah selesai aktivitas transaksi transfer Ifa hendak meninggalkan bank itu. Tapi entah apa yang di fikirkan teller itu sehingganya memberi kan pertanayaan yang agak ragu mengiyakan."O.o namany Ifa ya " kata teller tersebut. "Senyum sambil mengangguk tanda membenarkan " dari Ifa kepada teller.
"terimakasih bu Ifa atas kunjungannya"tukas teller itu sembari mengakhiri kegiatan pengchekupan.
"Iya, terimakasih kembali" Jawabku sambil secepatnya meninggakan teller itu.
Sesampainya diluar ruangan hawa panas mulai menusuk kembali.

Nyaman jika sudah kelaur dari bank yang nggak banget deh dengan pertanyaan teller tadi :-p
Jangan harap deh tu teller hafal nama seorang Ifa ☺
xixixi...Sabar itu pelita hati, tidak mudah emosi, tidak mudah cingeng dan malu itupun maru'ah wanita shalihah ☺

#Natar
#TrustedStoryBeMe


..f..